Kamis, 15 Maret 2018

Bahasa Inggris Bisnis 2

Warren Buffett

 


Businessman and investor. Born Warren Edward Buffett on August 30, 1930, in Omaha, Nebraska. Buffett's father, Howard, worked as stockbroker and served as a U.S. congressman. His mother, Leila Stahl Buffett, was a homemaker. Buffett was the second of three children and the only boy.

Buffett demonstrated a knack for financial and business matters early in his childhood. Friends and acquaintances have said the young boy was a mathematical prodigy who could add large columns of numbers in his head, a talent he occasionally demonstrated in his later years.

Warren often visited his father's stockbrokerage shop as a child, and chalked in the stock prices on the blackboard in the office. At 11 years old he made his first investment, buying three shares of Cities Service Preferred at $38 per share. The stock quickly dropped to only $27, but Buffett held on tenaciously until they reached $40. He sold his shares at a small profit, but regretted the decision when Cities Service shot up to nearly $200 a share. He later cited this experience as an early lesson in patience in investing.

By the age of 13, Buffett was running his own businesses as a paperboy and selling his own horseracing tip sheet. That same year, he filed his first tax return, claiming his bike as a $35 tax deduction.

In 1942, Buffett's father was elected to the U.S. House of Representatives, and his family moved to Fredricks burg, Virginia, to be closer to the congressman's new post. Buffett attended Woodrow Wilson High School in Washington, D.C., where he continued plotting new ways to make money. During his high school tenure, he and a friend purchased a used pinball machine for $25. They installed it in a barbershop, and within a few months the profits enabled them to buy other machines. Buffett owned machines in three different locations before he sold the business for $1,200.

 Buffett enrolled at the University of Pennsylvania at the age of 16 to study business. He stayed two years, moved to the University of Nebraska to finish up his degree, and emerged from college at age 20 with nearly $10,000 from his childhood businesses.
Influenced by Benjamin Graham's 1949 book, The Intelligent Investor, Buffett enrolled at Columbia Business School to study under the acclaimed economist and investor. After earning his master's degree in 1951, he sold securities for Buffett-Falk & Company for three years, then worked for his mentor for two years as an analyst at Graham-Newman Corp. 

In 1956, Buffet formed the firm Buffett Partnership Ltd. in his hometown of Omaha. Utilizing the techniques learned from Graham, he was successful in identifying undervauled companies and became a millionaire. One such enterprise Buffett valued was a textile company named Berkshire Hathaway. He began accumulating stock in the early 1960s, and by 1965 he had assumed control of the company.


2. The tenses used in Article are simple past tense. There are worked, served, demonstrated, visited, chalked, made, dropped, held, reached, elected, moved, continued, purchased, installed, enabled.

3. The article used infinitive. “Buffett was running his own businesses as a paperboy. “ change to “Buffett was  to run his own businesses as a paperboy”

4. The article used possessive pronoun. There are “Buffett was running his own businesses as a paperboy and selling his own horseracing tip sheet.”, “he made his first investment, buying three shares of Cities Service Preferred at $38 per share.”

Kamis, 06 April 2017

Tugas Softskill ke 2

Nama Usaha : “ Sport Center  Academy”


Usaha yang bergerak dalam bidang olahraga, saya mendirikan usaha ini karena melihat pengadaan tempat olahraga yang kurang memadai. Sehingga membuat saya tertarik akan peluang tersebut. Dan Banyak bakat mudah yang tidak mendapatkan sarana tempat berlatih yang memadai dan berkualitas sehingga bakat bakat muda tersebut tidak bertumbuh dengan baik.  


Struktur perusahaan :


  1.  Pemilik
  2.  Wakil Pemilik
  3. Bendahara
  4. Bidang :
  • Futsal 
  • Basket 
  • Badminton 
  • Kantin
  • Keamanan & kebersihan
  • Toko Sport

#Setiap Bidang olahraga mempunyai tanggung jawabnya masing-masing, serta bidang keamanan, kantin dan toko Sport. 

Visi & Misi :

Visi :

 “Menjadi Academy yang berkualitas dan melahirkan banyak atlet yang berkualitas dan professional.”

Misi :

1.        Mempermudah sarana dalam berolahraga, serta menjadikan  academy olahraga yang paling berkualitas.
2.       Memberikan bakat-bakat muda dalam berbagai bidang olahraga untuk kemajuan dunia olahraga dalam Negri.

3.       Sebagai wadah untuk generasi muda menyalurkan bakatnya dengan berkualitas dan harga yang terjangkau.


Rabu, 08 Maret 2017

Aspek Hukum dalam Ekonomi

Investasi Bodong pandawa Mandiri Group
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya mengajak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusut dugaan penipuan investasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan, proses penelurusan terkait sejumlah laporan yang telah masuk ke Polda Metro Jaya dengan jumlah kerugian yang cukup besar.

Laporan soal Pandawa Group disampaikan pengacara korban, Mikael Marut, Jumat (3/2). Laporan itu diterima dengan nomor LP/593/II/2017/PMJ/Ditreskrimsus dengan terlapor adalah Pimpinan Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto.

Mikael mewakili 173 pelapor yang merasa telah dirugikan oleh Pandawa Mandiri Group.
Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari 21 karyawan bank pemerintah. Terlapor berinisial ITS merupakan pejabat atau atasan dari 21 pelapor yang berperan sebagai leader di Pandawa Group.

"Yang menangani memang tim, karena penanganannya tidak sendiri, ada dari OJK juga dalam penanganannya. Kami bekerja sama dengan OJK," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Senin (6/2).

Wahyu mengatakan, telah menerima delapan laporan soal kasus penipuan tersebut. Namun dia masih enggan menyebutkan jumlah korban serta total nilai kerugian.

Sejauh ini, Wahyu menyebut, kerugian yang dialami korban bervariasi, salah satunya ada yang mencapai Rp2 miliar.

"Sistemnya ini multilevel, yang lapor misalnya leader, punya downline empat dengan kerugian Rp2 miliar. Uang Rp2 miliar itu bukan dari leader saja tapi dari empat orang. Gambarannya seperti itu," tuturnya.

Pimpinan Pandawa Grup dilaporkan melanggar Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3,4,5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pada 11 November 2016, Pandawa Mandiri Group yang berkegiatan di Depok, Jawa Barat, mengklaim telah menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat. Hal itu dibarengi dengan surat pernyataan yang dilayangkan OJK.

Berdasarkan izin usaha yang dikeluarkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tahun 2015, Pandawa Group hanya diperbolehkan menyalurkan pinjaman kepada nasabah tanpa menghimpun dana.

sumber gambar

Pendapat saya tentang kasus ini adalah kita harus lebih berhati-hati dalam berinvestasi, jangan karena tawaran yang menggiurkan kita langsung percaya untuk menginvestasikan uang dan harta kita ke tempat tersebut. Ketika kita mau mulai berinvestasi, terutama kita harus mengenal dan mengetahui terlebih dahulu badan/group/perusahaan mana yang akan mengelola dana investasi tersebut. pastikan terlebih dahulu bawah sumber dana yang mereka miliki jelas, serta memahami perusahaan tersebut dan jangan langsung mengambil keputusan terhadap keuntungan yang besar di masa yang akan datang. Serta pastikan mereka juga terdaftar di OJK dan telah dijamin juga oleh OJK. sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sudah ada pihak yang bertanggung jawab akan hal tersebut. Memang berinvestasi merupakan cara paling mudah untuk menambahkan dan menyimpan uang tapi ketika kita tidak memahaminya dengan baik, investasi tesebut bisa membuat kita menjadi rugi. Ini bukan merupakan kasus yang pertama kalinya dalam bidang investasi bodong dan juga pastinya telah menelan banyak korban dengan kerugian yang berbeda. untuk menghindari atau mengurangi kasus serupa seperti ini terjadi, kita harus lebih banyak memberikan pengertian dan pembelajaran tentanang investasi kepada seluruh masyarakat. Investasi itu sangat menawarkan keuntungan yang besar di masa yang akan datang, namun ketika kita salah berinvestasi kita akan menderita kerugian di masa yang akan datang. saran saya untuk lebih teliti terhadap sarana investasi yang ada, dan jangan gampang tergiur akan keuntungan yang besar. 

Sumber :
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170206191132-12-191689/polisi-ojk-usut-dugaan-penipuan-pandawa-mandiri-group/. 08 Maret 2017, 21:20 WIB.

Rabu, 28 Desember 2016

Studi kasus Ekonomi tentang Pengangguran

             Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, dan yang tidak bekerja sama sekali, atau untuk seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. 

Menurut Sukirno ( 2004 : 28 ) pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Selanjutnya International Labor Organization ( ILO ) memberikan definisi pengangguran yaitu :
ü      Pengangguran terbuka adalah seseorang yang termasuk kelompok penduduk usia kerja yang selama periode tertentu tidak bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan, serta sedang mencari pekerjaan.
ü      Setengah pengangguran terpaksa adalah seseorang yang bekerja sebagai buruh karyawan dan pekerja mandiri ( berusaha sendiri ) yang selama periode tertentu secara terpaksa bekerja kurang dari jam kerja normal, yang masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia mencari pekerjaan lain / tambahan ( BPS, 2001: 4 ).

Sedangkan menurut Survei Angkatan Kerja Nasional ( SAKERNAS ) menyatakan bahwa :
ü      Setengah pengangguran terpaksa adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu yang masih mencari pekerjaan atau yang masih bersedia menerima pekerjaan lain.
ü      Setengah pengangguran sukarela adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu namun tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain ( BPS, 2000: 14 ).

Pengangguran pada umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang tersedia. Pengangguran ini menjadi masalah dalam  perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan  masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Di Negara berkembang seperti Indonesia ini, masalah pengangguran yang makin meningkat dalam pembangunan ekonomi merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa tahun ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak dapat mengadakan kesempatan kerja yang lebih banyak dan cepat daripada pertambahan penduduk. Oleh karenanya itu masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah banyak.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.



Jenis-jenis pengangguran
Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
  • Pengangguran Terselubung(Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak dapat bekerja secara optimal karena adanya suatu alasan tertentu.
  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak dapat bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan yang tetap dan memadai, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan. Pengganguran jenis yang seperti ini tergolong cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan.
Berdasarkan penyebab terjadinya

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam yaitu:
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan karena adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin majunya suatu perekonomian di suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
  • Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan karena perubahan  gelombang (naik-turunnya) suatu kehidupan perekonomian atau siklus ekonomi.
  • Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka waktu panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, yaitu seperti:
  1. Akibat permintaan berkurang
  2. Akibat kemajuan dan penggunaan teknologi
  3. Akibat adanya kebijakan dari pemerintah
  • Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur sampai kondisi tertentu. Contohnya seperti petani padi yang menanti musim panen , pedagang durian yang menanti musim durian.
  • Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat dari imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
  • Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
  • Pengangguran siklus
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).


       Penyebab Pengangguran

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakatakan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

       Tingkat Pengangguran Di Indonesia

Sejak 1997 sampai 2003, angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik, dari 4,18 juta menjadi 11,35 juta. Didominasi oleh penganggur usia muda. Selain usia muda, pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah, tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik.

Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja, tapi juga harus ditangani dari hulu.Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan, pendidikan dan ekonomi.

Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. Pertama, pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2,0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1,7 persen pada periode 2005-2009. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja, dapat ditekan menjadi 1,9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2,4 persen. Kedua, dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6,0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4,1 persen. Ketiga, transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian, perdagangan, jasa dan industri.



Dampak-dampak dari pengangguran
Akibat-akibat yang ditimbulkan dari tingginya angka pengangguran
Bagi Negara:
  1. Penurunan pendapatan perkapita.
  2. Penurunan pendapatan pemerintah yang berasal dari sektor pajak. 
  3. Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan oleh pemerintah.

Bagi Masyarakat:
  1. Pengangguran merupakan beban psikologi dan psikis. 
  2. Pengangguran dapat menghilangkan keterampilan , karena tidak digunakan apabila tidak bekerja.
  3. Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik .

Solusi dalam mengatasi pengangguran .


Solusi dalam mengatasi pengangguran adalah semakin di tambahnya lapangan kerja yang ada di Indonesia. Dengan semakin banyaknya lapangan pekerjaan maka semakin besar peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.
      Selain dengan cara menambah lapangan pekerjaan, pemerintah juga harus mengasah skill atau kemampuan masyarakat agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Kemampuan lebih di utamakan dari pada gelar saja. Dengan kemampuan yang baik dan benar kita dapat bersaing di pasar bebas.
      Sumber daya manusia di Indonesia haruslah mempunyai kualitas yang sama dengan sumber daya asing, sehinggal di dalam negri bisa lebih menggunakan Sumber daya manusia dalam negri terlebih dahulu baru sumber daya asing. Dan perusahaan juga harus menghargai sumber daya dalam negri dengan baik, agar terjalin hubungan pekerjaan yang baik pula.
      Pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lapangan pekerjaan sendiri atau bisa di bilang dengan wirausaha. Dengan banyaknya wirausawan baru maka semakin terbuka juga lapangan pekerjaan. Peran pemerintah juga harus terus telibat dalam pemberdayaan wirausaha, pemerintah perlu memberikan modal kepada wirausahawan dan juga perlu mengawasinya dalam menjalankan usahanya agar meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan yang di dapatkan.
       Deregulasi dan debirokrasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru. Deregulasi artinya adalah perubahan peraturan aturan main terhadap bidang-bidang tertentu. Deregulasi biasanya ke arah penyederhanaan peraturan. Debirokrasi artinya perubahan struktur aparat pemerintah yang menangani bidang-bidang tertentu. Debirokrasi biasanya ke arah penyederhanaan jumlah pegawai/lembaga pemerintah yang menangani suatu urusan tertentu.
     Selanjutnya pemerintah juga perlu melakukan program pemerataan lapangan pekerjaan di setiap daerah, tidak hanya terfokus pada daerah Ibu kota saja. Karena jika di setiap daerah mempunyai lapangan pekerjaan yang memadai pasti penduduk daerah tersebut tidak berbondong -bondong untuk mencari pekerjaan di tempat lain.
      Peran pemerintah yang terakhir yaitu membuat generasi muda menjadi lebih berkualitas dalam dunia usaha. Memperbaiki system pendidikan yang ada, bukan hanya sekedar teoritis tapi praktik dalam dunia usaha yang ada. 


Referensi : 
http://bit.ly/2ilrMYZ 28 Desember 2016, 20:30 WIB.
      http://ranupatjeh1.blogspot.co.id/2013/05/makalah-pengangguran.html.  28 Desember 2016, 20:45 WIB.
     http://www.zonasiswa.com/2014/12/dampak-cara-mengatasi-pengangguran.html. 28 Desember 2016, 21:00 WIB